5 Cara Mengelola Utang di Masa Resesi!

https://lh6.googleusercontent.com/sAMEnIg-5Pk9RdK1OkUlTRRh8z2AVwNcpwwe7J5eBz3oaz8NKWOwYNZHfo_feHut5LW5v5XkfyZ21jKZRf1h_oju_t5Mh6IMPg-8ywrtuKh_R2IJMG0AGcmPWmkznTv2AH3Vr39-

Resesi sebenarnya bukan krisis ekonomi sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Sederhananya resesi adalah pertumbuhan minus selama dua kuartal berturut-turut. Saat ini pemerintah sudah melakukan langkah-langkah untuk memberikan stimulus seperti kebijakan tunjangan bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Dalam kaitannya dengan soal utang di masa resesi tetap perlu diperhatikan. Resesi ibarat lampu kuning sehingga semua keputusan tentang keuangan harus dipertimbangkan dengan matang. Misalnya dengan mengutamakan urusan darurat. Skala darurat pun tiap orang bisa berbeda, misalnya jika hp rusak saat butuh untuk kerja, akan menjadi urusan darurat yang harus disegerakan supaya kerjaan tidak terhambat.

Nah, mau tidak mau dalam kondisi demikian credit hp tanpa dp bisa jadi opsi terbaik. Karena lebih ringan di cicilan dan tidak perlu siapkan uang muka sama sekali. Namun, sebelum menambah cicilan, 5 tips berikut ini juga perlu diperhatikan ya:

1. Hitung semua jenis pengeluaran bulanan

Ekonomi tidak jatuh di masa resesi, tapi pertumbuhan menjadi lambat. Konsumsi juga jadi berkurang sehingga efeknya memang pada efisiensi. Banyak perusahaan yang tidak mendapatkan keuntungan di seperti di masa normal sehingga mau tidak mau terjadi PHK karena untuk efisiensi keuangan.

Di lingkup terkecil keluarga pun seharusnya diperlakukan hal yang sama, dalam arti melakukan efisiensi besar-besaran. Langkah utamanya dengan menghitung jenis pengeluaran bulanan. Setelah itu mengklasifikasikannya berdasarkan urutan prioritas atau kebutuhan. Barulah memilah mana poin yang bisa dihilangkan dulu di masa resesi atau mengganti dengan barang yang harganya lebih murah.

2. Batasi belanja konsumtif

Belanja konsumtif sudah pasti harus dikurangi. Belanja konsumtif contohnya seperti belanja pakaian, sepatu baru, handphone baru dan hal-hal lain yang sebetulnya masih dimiliki serta secara fungsi masih baik.

Liburan dan jalan-jalan sudah saatnya ditunda terlebih dahulu dan bisa dialihkan dananya untuk kebutuhan lain. Jika masih punya utang tidak ada salahnya dialokasikan untuk membayar utang terlebih dahulu. 

3. Saatnya investasi

Beberapa orang yang punya dana nganggur alias dana tidak terpakai sebenarnya bisa memanfaatkan kondisi resesi untuk berinvestasi. Ada banyak instrumen investasi yang didiskon di masa resesi dan pandemi seperti saat ini. 

Contoh kecil seperti saham. Tetapi, jika ingin yang lebih aman, obligasi atau surat utang negara menjadi opsi terbaik meskipun suku bunganya juga ikut turun mengikuti resesi. 

4.  Manfaatkan tabungan atau aset untuk bayar utang

Sedangkan bagi yang punya utang, saatnya untuk membayar kewajibannya. Pilih yang paling affordable untuk dilunasi. Apakah utang jangka pendek atau utang jangka panjang, dikembalikan kepada kemampuan finansial. Paling gampang sebenarnya adalah mengurangi beban yang paling besar dari utang yang ada. Sehingga harapannya, beban pengeluaran bulanan jadi lebih ringan setelah utang terlunasi. 

5. Mau ngutang? Pilih yang jelas terdaftar di OJK

Kondisi normal-normal saja pasti tidak akan dialami oleh setiap orang. Masing-masing menghadapi persoalan yang berbeda, pun bagi mereka yang terkena PHK ataupun pengurangan penghasilan. Kondisi demikian bisa menjadi momentum untuk menambah penghasilan dengan membuka usaha.

Jika, modal usaha berasal dari utang, pastikan tidak melebihi sepertiga dari penghasilan. Apapun alasannya, jangan sampai besar pasak daripada tiang. Buat yang mau usaha online bisa mengandalkan hp pribadi dulu, setelah berkembang barulah mencicil hp baru untuk operasional supaya tidak terganggu dengan urusan personal.

Credit hp tanpa dp kini makin mudah lewat aplikasi pinjaman online seperti Kredivo. Bunganya rendah 2,6% per bulan dan dapat dicicil hingga 12 bulan. Terlebih merchant yang sudah bekerja sama juga sudah banyak, lebih dari 350+ merchant. Apalagi sekarang bisa beli offline di merchantnya secara langsung, contohnya Erafone. Jadi, kamu tetap bisa cicil hape di Erafone pakai Kredivo dengan scan barcode yang disediakan. Cicilan bisa disetting sesuai tenor 3, 6 hingga 12 bulan sesuai dengan kebutuhan. 

Untuk mendapatkan kemudahan tersebut dari Kredivo, kamu harus terlebih dahulu melakukan pendaftaran menjadi member premium. Jika permohonan disetujui, kamu bisa menggunakan seluruh kredit limit untuk cicil hape, modal usaha, belanja online, maupun bayar berbagai tagihan bulanan.

Syarat yang wajib dipenuhi sebagai member seperti berikut ini:

  • Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  • Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Unduh aplikasi Kredivo sekarang di Google Play Store maupun App Store dengan langkah yang mudah. Proses pendaftaran hanya butuh waktu 3 menit saja dengan proses persetujuan kurang dari 1×24 jam. 

About

Your email will not be published. Name and Email fields are required.